Demikianlah akhirnya aku sampai di main station. Bus-bus berdempet-dempetan, kapal-kapal berjejer di sepanjang pelabuhan ini. Akhirnya baru kusadari bahwa “kadikoy” adalah sebuah kota dipinggiran pelabuhan. Orang-orang penuh berjubel dan berlalu lalang. Maklum jam 19-21.00 adalah traffic hours. Mereka biasanya menunggu di resto atau depot untuk menunggu traffic mencair.
Akhirnya aku sedikit lega karena setidaknya aku taat [...]
Archive for the ‘cross cultural communication’ Category
“Mereka Tidak Meninggalkanku Sendirian”
Posted in Culture and Travelling, about life, cross cultural communication, istanbul, tagged experience the city, istanbul on November 28, 2009 | Leave a Comment »
“Soal permen karet”
Posted in Culture and Travelling, about life, cross cultural communication on August 6, 2008 | 2 Comments »
Malam jam 12.00 lebih, akhirnya aku, Maria (teman Afrikaku) dan Alex (suaminya) berdiri ditiup angin dingin malam di stasiun Schondorf. Sedang apa kita disana ? Aku sedang menunggu datangnya kereta yang bisa membawaku kembali ke Stuttgart. Hanya ada beberapa orang di stasiun terbuka itu, maklum sudah tengah malam. Dengan langkah yang dipercepat kita setengah jalan [...]
“Soal Kantong Kresek”
Posted in Culture and Travelling, about life, cross cultural communication, tagged belajar bahasa, cross cultural communication, jerman, kultur on August 6, 2008 | 2 Comments »
Perjalanan budaya tidak akan menarik tanpa kisah kantong kresek. Kantong kresek yang kelihatannya sepele ternyata menjadi pelajaran dasar bagi aku, yang saat itu masih belum bisa menata kalimat cantik untuk berbelanja.
Teman-teman sekelas merasa sedih ketika aku memutuskan untuk terbang balik ke Indonesia, ternyata kehadiranku selama 2 bulan penuh membuat kesan yang cukup dalam. Mereka mengumpulkan [...]
“Apa Asiknya Belajar di Kelas Multikultur ? (babak kedua)”
Posted in cross cultural communication on January 26, 2008 | Leave a Comment »
(lanjutan …)
- Semua pertokoan di Jerman tutup di akhir pekan. Beberapa dari mereka hanya buka setengah hari di hari Sabtu, sementara semuanya tutup di hari Minggu. Ini adalah fakta yang menyulitkan banyak orang asing, karena mereka harus menyesuaikan diri dengan kultur ini. Dahulu semua toko selalu tutup di hari Sabtu, namun dengan perkembangan sosial akhir-akhir [...]
“Apa Asiknya Belajar di Kelas Multikultur ?” (babak pertama)
Posted in Culture and Travelling, cross cultural communication on January 17, 2008 | Leave a Comment »
Tentunya menarik jika kita belajar beberapa kebiasaan dari orang-orang dengan budaya yang berbeda. Pengalaman ini menjadi sesuatu yang berharga buatku yang selama ini hanya mengenal orang Indonesia atau sedikit orang dari berbagai benua. Hari ini kita membicarakan tentang “prejudice”, tentang penilaian kita sebelum kita datang ke Jerman. Pemikiran seperti apa atau ekspektasi seperti apa yang [...]
The “Et cetera, et cetera, et cetera King” dan Hofstede; analisa film “The King and I (1956)”
Posted in cross cultural communication, film, women on December 22, 2007 | 5 Comments »
“I do not want my house to be walled in on all sides and my windows to be stuffed. I want the cultures of all the lands to be blown about my house as freely as possible. But I refuse to be blown off my feet by any.” – Mahatma Gandhi
Ghandi mengingatkan kita pada apa [...]