Panggung Re-Realitas
Tivi tak lagi tampilkan realitas,
Itu harus kamu pahami
sebelum menontonnya,
Itu harus kamu tancapkan di ingatanmu
sebelum kamu habis menonton televisi,
Realitas tivi itu dikreasi ulang,
Realitas yang dibangun dari rating,
Jangan pernah terlalu berharap fakta tivi
akan membahagiakanmu,
Makanya aku bilang,
Realitas, bukan apa yang kamu lihat
Realitas, bukan glamor yang kau nikmati dengan matamu
Tivi itu re-realitas.
Kisah dan analisa Mz Yo nonton Fandy Ikom di Balai Sarbini,15 Juni 2007:
Perjalanan meninggalkan Indonesia tidaklah lengkap kalau tidak bertemu sua dengan mahasiswa yang lagi magang dan kerja di Jakarta, dan yang pasti ga ketinggalan nonton Fandy di panggung Indonesian Idol ! I said to myself, that it is a must, dan dengan segala bantuan arrangement bdz, akhirnya malam itu tanggal 15 Juni 2007, duduklah Mz Yo dan bdz di Balai Sarbini.
Counting down udah mulai, tapi rupanya kita masih punya sedikit waktu untuk ‘snick and snack’ di bagian operator, kebetulan ada yang kenal dengan bdz. So kita lihat-lihatlah bagian operatornya, keren ya, bayangannya Mz Yo, ‘Someday, bakalan lihat anak Petra kerja di sini.’ Dan satu hal dalam benak Mz Yo ‘panggung Idol adalah kemegahan tersendiri untuk seorang artis’. Rasa ’kemegahan’ dan ’kebesaran’ itu bener-bener terasa dari awal ketika masuk Balai Sarbini. I’m in the show, in the reality show.
The show went well, itulah baru pertama kalinya Mz Yo ndenger Fandy nyanyi same selesai. Soalnya Fandy selalu punya habit suka nyanyi, dari reff dan sebelum berakhir dia selalu pindah ke lagu lainnya. Mungkin ada sekali kesempatan ndenger Fandy nyanyi sampe selesai waktu kita naik bis lagi SE Nasional (Surabaya – Jakarta – Bandung- Jogja). Aduh… inget-inget waktu itu Mz Yo dan Haris harus maksa Fandy nyanyi. Duhhhh…. susah banget, waktu itu dengan terpaksa akhirnya Fandy mau nyanyi.
Fandy menyanyi pertama kali, waktu itu dia bawain lagu ‘Mengejar Matahari’. Audience menikamati banget, karena dia nyanyinya malem itu dengan penuh power dan kualitas suaranya bener-bener muncul. Kasak kusuk dari pendengar mereka banyak yang mendukung dan menjagokan Fandy. Lucunya para pendukung Fandy juga mau foto ma Mz Yo yang lagi pake kaos kuning dengan foto Fandy yang guedhe. Kata mereka suaranya Fandy enak dan stabil. Hmmm… Mz Yo terlena banget gitu lihat Fandy nyanyi, heboh banget rasanya. Kemaren baru ngajar Fandy sekarang ‘dihajar’ Fandy. Indeed, Fandy perfomed very well.
Performance yang baik dan lumayan stabil, kalau dibandingkan dengan partisipan yang lain, Fandy selalu berada di zona yang aman. Dan kita pendukung dan teman-temannya juga terlena. Seminggu setelah acara ini, Mz Yo dapat live report dari bdz, Jeffry 02, Ria, Daisy, dll kalau Fandy tidak bisa bertahan di panggung Indonesian Idol. Perasaan pertama tentunya sedih karena waktu terakhir Mz Yo sangat impressed dengan nyanyinya Fandy, dan rasanya sayang kalau langkahnya terhenti disini. Mz Yo juga tertarik dengan beberapa fakta yang dibeberkan oleh bdz. Bahwa secara mengagetkan Fandy yang selalu berada di zona aman, karena dukungan smsnya full, malah tidak lolos. kalo melihat fenomena Fandy dan Indonesian Idol dari kacamata komunikasi kita bakalan mengerti bagaimana ‘permainan’ orang televisi. Kita bukannya orang awam yang tidak tahu apa-apa, minimal bahasa ‘rating’ sudah dikenal oleh mahasiswa ilmu komunikasi. Kita bisa menebak dengan naluri akademis kita ‘how it goes’, dan apa yang sedang terjadi.
Menanggapi perasaan Mz Yo sebagai kajur, dosen, dan teman Fandy, …………. jujur banget sedih karena langkah Fandy harus terhenti disini).
<sedikit flash back> Sekarang terbayang lagi betapa sedihnya hati Mz Yo waktu ketemuan dengan Fandy at the end of the show. Plus perasaan itu dicampur dengan betapa bangganya Mz Yo melihat anak didiknya di atas panggung. Mz Yo yang terkenal lumayan cerewet tidak bisa bicara apa-apa, cuman bisa ‘liat-liatan’ sama Fandy <scene: Mz Yo di bawah panggung, Fandy diatas panggung, tangan kita saling berjabat>. Air mata kita bercucuran (saksi:bdz, tempat:Balai Sarbini,tgl:15 Juni 2007, jam:12an lebih).
Dari kacamata pribadi, Mz Yo melihat Fandy dan segala peluang yang dia punya adalah ‘hadiah’. Kenapa ‘hadiah’ ? ‘Hadiah’ untuk siapa ? Pertama, untuk Mz Yo sendiri, karena bisa lihat anak didiknya sukses di panggung dan Mz Yo bisa punya kesempatan untuk melihat sedikit dari kesuksesannya. Sekaligus buat Fandy sendiri menembus 6 besar adalah pekerjaan besar dan luar biasa. Sekarang juga tergantung Fandy, bagaimana Fandy memaknai kekalahannya ? apakah dimaknai sebagai ‘takdir’, ‘petaka’ atau ‘hadiah’?
Pertama kali Fandy Ikom ikutan idol, Mz Yo termasuk orang yang ’sangsi’ akan keberhasilannya menembus Jakarta. Waktu kita sibuk mempersiapkan LPBT (Lomba Presenter Berita Televisi) 2007, Fandy ribut cari baju show di TP. Dalam hati kecil Mz Yo, jujur Mz Yo meragukan: ‘Ahhhh… masa tembus ????’. Lupa persisnya kapan, Fandy datang ke kantor dan Fandy bilang ‘Miss Yola,….’ (belum selesai bicara), Mz Yo bilang,’Gimana GA masuk xxx besar ya?’ (dengan pede dan ketawa-ketawa). Tapi fandy bilang: ‘Aku masuk miss, terus kuliahku gimana?’. Wadahhhhhhhh……….. yah itulah Mizz Yola, Mz Yo kaget-kaget gitu dan sejak saat itu getol nonton idol (asal ada Fandy).
Analisa Mz Yo tentang Fandy, I said Fandy has everything except real organizer, dia butuh manager yang bisa ngurus fansnya dari Sabang sampai Merauke. Bayangannya ini bukan lagi fun bisa lolos 10 besar atau tidak BUT it becomes a business. Analisa sosiologis dan psikologisku adalah fenomena Fandy Idol adalah sesuatu yang rare terjadi, Chinese christian young man, jadi idol. Kan jarang banget, ada yang bisa menembus papan atas seperti itu, Fandy harus dengan baik menjaga imagenya kalau mau tetap laku di pasaran Indo. This is the risk if living in the ‘re-reality’.

Kemunculan Fandy Idol ini menurut Mz Yo juga bagaimana Chinese people digambarkan di layar kaca. Alias tivi mau bilang ‘Chinese are not keen with TV’, ‘Chinese ga bisa akrab di TV’, or i would extremely say ‘Ahhh cina, loe buka toko dan run the business aja’. Indeed, inilah stereotyping. Mau buktinya ? mari kita sama-sama lakukan content analysis bersama-sama ! Mari kita hitung berapa kali wajah Fandy Idol dimunculkan di layar tivi dan berapa kali dia disorot dll, hmmm…….. menurut pengamatan Mz Yo, Fandy jarang di sorot. dan kalau disorotpun pasti yang fun-fun, yang nunjukin kelokalannya, which is very Surabaya gitu loh.

About yang udah dianalisa oleh bdz, itu juga yang Mz Yo amati waktu di Balai Sarbini, kebetulan waktu itu hati Mz Yo juga berdesir, ‘dag dig dug’ ga karuan waktu result show. Dimana percaya atau tidak hasil itu bisa saja disetir oleh banyak faktor yang jadi penting buat industri. Pertanyaannya, what is pooling ?. Pooling hanya menipu masyarakat dan sms adalah alat yang paling tepat. Di jerman juga yang system telepon ala fleksi tidak akan bisa membuat perusahaan telepon kaya, mereka tetap percaya dengan bisnis sms. Saat ini semua orang menggunakan sms, pesen makanan, lotre, urusan pertemanan sampe urusan ranjang dan erotik semua pake sms.
Jadi kesimpulannya, kalo boleh Mz Yo tambahin, ya begitulah bisnis kita, semuanya lagi sakit, sistem kita sedang sakit aja dan juga tambah lama masyarakat tambah sakit. Apa yang terjadi di panggung Idol boleh dilihat sebagai re-realita, tapi jangan pernah hidup di dalamnya. Buat Fandy, of course, Fandy sudah memberikan performance yang terbaik, ke depannya Fandy Idol harus eksis dengan ‘a better management’.
Semoga sukses, Fandy !











Pembaca budiman,
Halaman ini khusus dipersembahkan untuk Fandy Fikom Idol. Bagaimanapun juga kiprah Fandy di Indonesian Idol sudah meninggalkan kesan tersendiri buat Mz Yo, dosennya sekaligus temannya.
duh Miss…. aku kok terharu ya baca blognya Mz Yo yang ini. smpah Miss… pas liat yang fotonya Miss Yo ama Ko Fandy itu aku berkaca-kaca. (untung ga nangis) hehehe… pokoknya good luck deh buat Miss Yo en Ko Fandy. God Bless…
ow my god…
hOw sweet babes…
^^ FANDY EMANG THE BEST^^
ga nyangka anak jember angkatan 2003 masuk Idol…
padahal aku yang angkatan 200…tit.. tapi wes lulus loh… mau kasih kesaksian…kalo sekelas bareng anak ini emang suka sekali berdendang ya.. kayak orang komat kamit baca mantra.. padahal ni anak lagi nggreemmeng nyanyi…. sampai kita kita bilang ssstttt… bareng … meneng po’o…
and…
duarrrrrrrrrrrrrrrrrrrr!!!!!!
ga nyongko klebu idol..
sepuluh besar pisan.. bahkan 5 besar…
HEBAT bener bener Hebat…euy…
teruskan faN!!!!
lewat blognya sobat kita sekaligus dosen (tapi aku luweh seneng ga nganggep dosen) enak konco plekkkkk!!!!! konco nengkring2.. konco do something crazy.. konco….. kok malah cerita nyol2… hahahahha… pesenku buat fandy teruskan perjuangan mu coY…
semangat!!!!!
MSN : nookie_noodle@hotmail.com
waduh Mizz Yo…. baru tau blognya nih..wakakakak…. iya nih aku sampe terharu liat fotonya waktu sama fandy…
“quote”Air mata kita bercucuran (saksi:bdz, tempat:Balai Sarbini,tgl:15 Juni 2007, jam:12an lebih).
“quote”
ga nyangka ternyata Mizz Yo juga bisa nangis…. wakaak.. peace
Well…
Aku jadi inget bener… waktu farewell di rumah Bu Yol…
Kita semua berjuang menghubungi Fandy… dan akhirnya.. nyambung !
And Fandy nyanyi khusus buat Bu Yol…. Aku sampe ikut nangis….
Kupejamkan mata ini… Mencoba tuk… melupakan..
Segala kenangan indah, tentang dirimu….
Yol, habis baca artikel ini — nama yg langsung terlintas di kepalaku adalah: Rupert Murdoch. Di satu sisi, aku kagum dengan kemampuan dan pengaruhnya. Tp di saat yg sama — aku tidak suka dengan segala bentuk monopoli, apapun bentuknya, termasuk: media. Cause I believe that monopoly dumbs people down: both suppliers and customers.
Competition is always good, having more choices is always good (but this again, really depends on where you stand).
Dalam skala lokal di Indo saja, media punya kekuatan yang besar untuk menembus dan membentuk opini masyarakat luas.
I wonder if in the future the Indo gov. will allow more than 20% foreign ownership over media companies.
Waduh Mz Yo, baru ngutak-ngatik n sempat liat tulisan2nya….terharu juga liat artikel yang ini. Lengkap ama foto-fotonya lagi…hiks hiks…
tapi true, that’s the reality. The perception and stereotyping for Chinese people to do business rather than something else is still in Indonesia.
I once read an article which complains also why the winner of L-Men Manhunt in Indonesia is always chinese, that time I thought…”so what?”. Chinese or Indonesian, both are the same…..winners are seen by the quality that they have…not from their skin colour rite???
Not being hypcorite, I am also a bit rasis in living in Indonesia. But hey, at least I am trying to blend in and change it rite
The Best blog i ve read today..!
Miz Yo.. diriku disini dah ga cuma berkaca2… tapi terharu bangett…
dosen ku yang udah ada d Jerman n rasanya sayank banget aku dulu ga kenal lebih deket lagi ama Miz Yo…
Miz Yo punya kepribadian yang menurutku hebat bangettt….
Inget2 ama Fandy dulu kek nya ga nyangka hehe…
He is a great man also.. great personality..